in

20+Tokoh Sosiologi, Bapak Sosiologi Lengkap [2020]

tokoh sosiologi

tokoh sosiologi – Sosiologi adalah ilmu sosial yang mempelajari perilaku sosial antara kelompok dan kelompok lain atau dari individu ke individu lain. Orang-orang adalah hewan sosial dan terkait erat dengan hubungan sosial setiap hari. Tentu saja, sebagai bidang penelitian, ruang lingkup sosiologi sangat luas.

Tidak hanya belajar bagaimana orang mempengaruhi orang lain, tetapi juga belajar bidang lain. Tentu saja, di bidang penelitian, beberapa orang berperan dalam pengembangan ilmu pengetahuan. Sekarang, ini adalah beberapa karakteristik sosiologi dunia dan teori sosiologisnya, sebagai berikut:

AUGUSTE COMTE (1798- 1857)

auguste-comte-1

Auguste Comte lahir di kota Montpellier di Prancis selatan pada 1798, yang merupakan salah satu pusat gerakan perlawanan melawan Revolusi Prancis. Conte dilahirkan dalam keluarga borjuis Katolik yang taat. Namun, masa kecilnya penuh dengan kenangan menyakitkan yang disebabkan oleh kekacauan selama Revolusi Perancis. Comte dipuji sebagai bapak positivisme dan orang pertama yang dikenal yang menggunakan istilah sosiologi sebagai ilmu pengetahuan modern untuk mempelajari aspek sosial kehidupan manusia. Comte adalah tokoh awal dalam sosiologi klasik. Positivisme Comte berpikir bahwa masyarakat dapat dipahami sesuai dengan hukum alam.

Auguste Comte sangat peduli tentang anarkisme yang melanda masyarakat selama Revolusi Perancis. Oleh karena itu, Comte kemudian mengembangkan pandangan ilmiah tentang positivisme atau filsafat sosial untuk membantah apa yang dianggap sebagai filsafat negatif dan destruktif. Positivisme mengklaim untuk membangun teori-teori ilmiah tentang masyarakat melalui pengamatan dan eksperimen, dan kemudian membuktikan hukum pembangunan sosial. Positivis percaya bahwa penyatuan metode ilmiah akan dapat mengukur struktur sosial secara objektif.

Berikut ini adalah beberapa teori Auguste Comte sebagai tokoh di dunia sosiologis:

• Sebelumnya, istilah fisika sosial digunakan, yang diambil dari Adholpe Quetelet dan digunakan untuk menunjukkan penelitian statistik yang berkaitan dengan gejala keajaiban.

• Selanjutnya, Comte mengubahnya menjadi sosiologi, yang menandainya sebagai ilmu baru masyarakat.

• Comte adalah tokoh terkenal yang mendukung positivisme. Positivis ini percaya bahwa masyarakat adalah bagian dari alam, dan ia menggunakan metode penelitian empiris untuk hukum sosial.

HERBET SPENCER (1820- 1903)

herbet-spencer

Spencer lahir di Derby, Inggris, pada tahun 1820. Ia dikenal sebagai pendiri Darwinisme sosial karena ia menggunakan Darwinisme untuk menganalisis perkembangan sosial. Spencer menaruh perhatian khusus pada bagaimana mengatur masyarakat untuk memecahkan masalah sosial. Spencer percaya bahwa ada hukum yang mengatur dunia sosial, sehingga orang, terutama pembuat kebijakan, memiliki kepercayaan penuh terhadap kebijakan yang diadopsi. Menurutnya, mereka yang menganjurkan bahwa hukum sosiologi dan hukum sains alam tidak sadar bahwa banyak pengetahuan sains alam tidak dapat dijelaskan dengan matematika, tetapi dengan interpretasi kualitatif, seperti sains sosial.

Dia adalah seorang filsuf dan pemikir liberalisme klasik terkemuka. Meskipun sebagian besar karyanya ditulis tentang politik, ia dikenal sebagai “bapak Darwinisme sosial”. Spencer menganalisis masyarakat dengan membandingkannya dengan sistem evolusi. Herbert Spencer menemukan beberapa teori dalam pernyataannya sebagai tokoh sosiologis:

  • Menurut Spencer, objek utama sosiologi adalah keluarga, agama, politik, industri, dan kontrol sosial. Ini termasuk komunitas lokal, pembagian kerja, asosiasi, kelompok sosial, ilmu pengetahuan dan penelitian yang berkaitan dengan kecantikan dan seni.
  • Pada tahun 1879, Spencer mengemukakan teori evolusi sosial, meskipun banyak perubahan, itu masih digunakan sampai sekarang.
  • Spencer percaya bahwa masyarakat telah mengalami evolusi dari masyarakat primitif asli ke masyarakat industri kemudian.
  • Sebagai organisme, manusia mengabaikan tanggung jawab dan keinginan mereka dan mengembangkan diri sesuai dengan hukum.

EMILE DURKHEIM (1859- 1917)

EMILE-DURKHEIM

Emile Durkheim lahir di Espinal, Prancis pada 15 April 1858. Ayahnya adalah Rabi. Namun dalam kariernya, ia justru tertarik pada sosiologi. Agama telah menjadi salah satu objek penelitian sosiologis yang ia minati. Kontribusi Durkheim untuk sosiologi juga terletak pada penguatan metodologi sosiologi sebagai disiplin ilmiah modern. Durkheim percaya bahwa masyarakat telah berevolusi dari bentuk-bentuk sederhana dan kompleks, dari “primitif” ke “beradab”, dari persatuan organik ke perkembangan mekanis. Sosiologi yang dikembangkan oleh Durkheim adalah sosiologi makro, di mana fenomena sosial adalah fakta sosial dengan hukum seperti hukum alam. Durkheim adalah seorang sosiolog klasik yang menciptakan sosiologi sebagai ilmu sosial modern.

Durkheim lebih banyak berbicara tentang kesadaran kolektif, yang digunakan sebagai kekuatan moral untuk mengikat individu dalam masyarakat. Durkheim, melalui bukunya “Division of Social Labour”, menggunakan metode kolektivis untuk memahami apakah masyarakat dapat dikatakan modern atau primitif. Persatuan adalah dalam bentuk nilai-nilai bersama, kebiasaan dan kepercayaan.

Dalam masyarakat primitif, mereka dipersatukan dengan ikatan moral yang kuat dan memiliki hubungan yang disebut persatuan mekanis. Untuk masyarakat modern, kesadaran kolektif telah menurun karena hubungannya dengan pembagian kerja yang kompleks dan saling ketergantungan (disebut “solidaritas organik”), yang mengikuti sosiologi yang diusulkan oleh Emile Durkheim Dasar politik karakter:

  • Dalam buku berikutnya, Peran Metode Sosiologis, Dhurkeim menjelaskan apa yang disebut fakta sosial, yaitu, fakta sosial, yang berasal dari luar individu dan dapat mengendalikan pemikiran, tindakan, dan kekuatan individu.
  • Fakta sosial dibagi menjadi dua bagian, material dan non-material. Selain itu, Durkheim dapat membuktikan apakah ada pengaruh antara fakta bunuh diri dan fakta masyarakat.
  • Dia menyimpulkan bahwa ada empat jenis bunuh diri, yaitu egoisme, altruisme, unorganisme, dan fatalisme.

KARL MARX (1818- 1883)

Karl Marx lahir di Trier pada tahun 1818. Dia mengaku sebagai Hegel ketika dia masih muda. Marx terinspirasi oleh dialektika historis Hegel. Bukunya “Ideologi Jerman” secara luas merangkum teori materialisme historis, tetapi “Manifesto Komunis” adalah salah satu buku yang paling berpengaruh secara politik. Dalam buku terakhir yang disebutkan, Marx mengintegrasikan gagasannya tentang ekonomi politik, analisis kelas, dan organisasi sosial. Marx dan temannya Fredrick Engels mengusulkan teori eksploitasi untuk memahami hubungan sosial antara dua kelas yang saling bertentangan. Borjuasi dan proletariat. Pekerja proletar adalah kelas yang telah teralienasi dalam banyak hal, dari anggota kelas hingga produk yang mereka hasilkan sendiri. “Modal Modal” adalah buku sepanjang 2000 halaman yang melibatkan kritik terhadap sistem ekonomi dan politik kapitalis 2000 halaman yang ditulis oleh Marx. Engels menyumbang volume ketiga.

Karl Marx menggunakan materialisme historis untuk percaya bahwa penggerak sejarah manusia mewakili konflik kelas. Marx percaya bahwa kekuasaan dan kekayaan tidak merata di masyarakat, sehingga ada aturan yang memiliki alat produksi yang selalu dipecahkan oleh para pekerja yang dieksploitasi.

Sosiologi Marxis menjelaskan lebih banyak tentang kapitalisme. Dalam kapitalisme, produksi komoditas mempengaruhi seluruh pengejaran laba. Ini karena nilai produksi telah merambah ke semua bidang kehidupan. Tingkat keuntungan yang diperoleh akan menentukan berapa banyak layanan yang akan disediakan. Jika infrastruktur ekonomi menentukan superstruktur, maka inilah yang dimaksud Marx.

Pendekatan sosiologis Marxis memang memiliki kesimpulan tentang konsep reformasi sosial, yang telah terbukti menjadi ide yang cukup sempurna di abad kedua puluh.

  • Komunitas dibangun di atas konflik
  • Masyarakat harus dianggap sebagai bentuk agregat ekonomi, yang merupakan faktor utama.
  • Kekuatan pendorong dasar dari setiap perubahan sosial yang ada adalah ekonomi.
  • Perkembangan dan perubahan historis tidak terjadi secara acak, tetapi dapat dilihat dari hubungan antara orang dan kelompok ekonomi.
  • Individu memang terdiri dari masyarakat, tetapi masyarakat dapat diubah oleh tindakan rasional berdasarkan premis ilmiah
  • Bekerja dalam masyarakat kapitalis dapat menyebabkan alienasi.
  • Melalui kritik yang ada, manusia dapat memahami dan mengubah posisi historis mereka.

MAX WEBER (1846- 1920)

max weber

Max Weber lahir di Erfurt, Jerman pada tahun 1864. Ia adalah salah satu intelektual hebat yang telah melakukan studi banding di bidang politik, ekonomi, sosiologi dan budaya. Salah satu kontribusi Weber untuk sosiologi adalah untuk menjelaskan perilaku sosial untuk memahami formula dunia sosial. Weber percaya bahwa menggunakan metode ilmu alam untuk memahami ilmu sosial akan selalu gagal. Ilmu sosial memiliki logika yang sama sekali berbeda dari ilmu alam. Logika ilmu sosial adalah logika subyektif, dan sebagai subjek realitas sosial itu sendiri, subjektivitas selalu melekat pada manusia. Weber mengusulkan metode yang disebut Verstehen, yang merupakan pemahaman penjelasan perilaku sosial untuk memahami kehidupan sosial. Kontribusi lain yang sangat berpengaruh adalah konsep birokratisnya. Menurut Weber, birokrasi modern adalah bentuk skema tipe ideal yang dirasionalisasi.

Teori yang dikemukakan oleh Max Weber berbeda dari Marx, yang percaya bahwa jika ekonomi menjadi kekuatan utama perubahan sosial. Weber menunjukkan dari bukunya “Etika Protestan dan Semangat Kapitalisme” bahwa munculnya sudut pandang agama tertentu (Protestan) yang membawa masyarakat ke perkembangan kapitalisme. Protestan dengan tradisi Calvinis mengatakan bahwa jika Tuhan ada di pihak mereka, kesuksesan ekonomi adalah simbol utama. Karena itu, untuk mendapatkan sinyal ini, mereka akan menjalani gaya hidup yang hemat, bekerja keras untuk menabung, dan menginvestasikan keuntungan mereka untuk mendapatkan banyak modal.

Pandangan Weber yang lain adalah tentang perilaku pribadi yang dapat mempengaruhi seluruh masyarakat, ini disebut perilaku sosial. Menurutnya, selama kita dapat memahami pikiran, niat, nilai dan kepercayaan sebagai motif sosial, kita dapat memahami perilaku sosial. Metode ini disebut Verstehen.

GEORG SIMMEL (1859- 1919)

GEORG-SIMMEL

Georg Simmel lahir pada 1 Maret 1858 di Berlin, Jerman. Menurut Simmel, karena proses klasifikasi, kemungkinan untuk mempelajari masyarakat sebagai struktur abstrak. Kehidupan sosial penuh dengan berbagai kategori, seperti jenis kelamin, ras, kelas, agama, dll. Upaya manusia untuk menciptakan klasifikasi itu sendiri berdampak pada kenyataan bahwa ada dunia sosial. Kontribusi penting Simmel untuk sosiologi adalah apa yang ia sebut konsep “bentuk”. Menurutnya, sosiologi adalah studi tentang bagaimana interaksi sosial ada. Berbagai bentuk dapat berupa pertukaran, konflik, subordinasi dan penghargaan. Sosiologi yang dikembangkan oleh Simmel menerima label sosiologi formal.

Georg Simmel terkenal dengan karyanya, yang menjelaskan perincian perilaku dan interaksi individu dalam bentuk interaksi, jenis interaksi, pelacuran, kemiskinan, dan masalah kecil. Bahkan karya Simmel dapat digunakan sebagai referensi untuk tokoh-tokoh sosiologis Amerika, dan ada beberapa dasar teoritis sebagai berikut:

  • Salah satu karya terkenalnya adalah tentang filosofi uang. Simmel memang seorang sosiolog, sikapnya cenderung menentang modernisasi, atau disebut pesimisme.
  • Pandangan ini sering disebut sebagai pesimisme budaya. Menurutnya, modernisasi memungkinkan manusia untuk tumbuh dan berkembang secara kualitatif, karena modernisasi dibatasi oleh rasionalitasnya sendiri.

Selain itu, fenomena monetisasi yang terjadi di semua aspek kehidupan justru akan menahan publik, terutama dalam membekukan kreativitas pribadi, bahkan dalam hal ini akan mengubah kesadaran. Ini karena uang menjadi alat pembayaran, tetapi kekuasaan dapat membebaskan orang, bukan orang. Karena itu, uang digunakan tidak hanya sebagai alat tetapi juga sebagai tujuan.

FERDINAND TONNIES (1855- 1936)

FERDINAND-TONNIES

Ferdinand Tonnies mempelajari bentuk dan pola koneksi sosial dan organisasi yang menghasilkan klasifikasi sosial. Menurut Tonnies, masyarakat memiliki sifat geminsinsft atau gemsselschaft. Komunitas gemeinschaft adalah masyarakat dengan hubungan sosial yang erat, yang dihargai oleh setiap anggota dan didasarkan pada tanggung jawab sosial dan hubungan keluarga.

  • Meskipun komunitas Gaschaft adalah masyarakat di mana hubungan keluarga telah memudar, karena pembagian kerja yang kompleks, hubungan sosial lebih cenderung bersifat non-pribadi.
  • Bentuk sosial ini dapat dilihat di komunitas perkotaan. Teori yang dimiliki oleh Tonnies ini akhirnya berhasil membedakan konsep tradisional dan modern dalam bidang sosial dengan menggunakan gemeinschaft dan gemsselschaft.

HERBERT MARCUSE (1898- 1979)

HERBERT-MARCUSE

Ilmuwan Jerman Herbert Marcuse (Herbert Marcuse) juga merupakan anggota sekolah Frankt dan menjadi terkenal pada 1960-an karena dukungannya terhadap gerakan radikal dan anti kemapanan.

Berikut adalah beberapa wawasan yang ditemukan oleh Herbert Marcuse dalam pernyataannya, sebagai berikut:

  • Karena kritik dari masyarakat kapitalis, bahkan Herbert Marcuse dijuluki “kakek terorisme”
  • Pada tahun 1964, “One Dimensional Man” menunjukkan bahwa kapitalisme menciptakan kebutuhan dan kesadaran palsu, dan membentuk budaya massa pekerja budak.

LEOPOLD VON WIESE (1876- 1949)

LEOPOLD-VON-WIESE

Ilmuwan Von Wiese dari Jerman menunjukkan bahwa sosiologi adalah ilmu independen yang empiris. Tujuan sosiologi itu sendiri adalah untuk mempelajari hubungan antara manusia dan manusia lain yang telah menjadi realitas sosial. Karena itu, menurut sudut pandangnya, objek khusus sosiologi adalah proses sosial atau interaksi sosial. Penelitian selanjutnya difokuskan pada struktur sosial, yang merupakan saluran untuk hubungan manusia.

Ini adalah arti dari formula yang digunakan oleh Leopold Von Wiese sebagai tokoh sosiologis dan beberapa teori penting:

  • Weiss percaya bahwa sosiologi berkaitan dengan studi tentang hubungan antara manusia, yang merupakan realitas sosial.
  • Wiese mempelajari klasifikasi proses sosial yang menekankan sosialisasi dan pemisahan proses sosial.
  • Kemudian membaginya menjadi proses yang lebih kecil lagi dari kategori proses.
  • Sosiologi harus fokus pada hubungan interpersonal yang tidak terkait dengan tujuan dan aturan yang ada. Sosiologi juga harus dimulai dengan mengamati perilaku spesifik tertentu.

ANTONIO GRAMSCI (1891- 1937)

ANTONIO-GRAMSCI

Sosiolog Italia ini adalah salah satu pemikir kunci yang mendefinisikan kembali keakuratan kelas dan kekuasaan. Konsep ini tentang hegemoni, dan membahas kompleksitas masyarakat modern.

Berikut adalah beberapa landasan teori profesor sosiologi terkenal Antonio Gramsi:

  • Gramsci percaya bahwa kaum Poljo memiliki kekuatan bukan karena paksaan, tetapi karena kesepakatan, pembentukan aliansi politik dengan kelompok lain, dan upaya ideologis yang mendominasi masyarakat.
  • Gagasan hegemoni (memenangkan kekuasaan berdasarkan persetujuan masyarakat) memang merupakan hal yang menarik, karena pada kenyataannya, individu selalu bereaksi dan mendefinisikan kembali masyarakat dan budaya mereka.
  • Gagasan Gramsci memiliki pengaruh besar pada studi budaya populer.

GEORGE HERBERT MEAD (1863- 1931)

GEORGE-HERBERT-MEAD

George Herbert Mead lahir pada 27 Februari 1863 di Massachusetts, AS. Kontribusi Mead terhadap sosiologi adalah pengembangan konsep “diri” dan hubungannya dengan orang lain atau “orang lain”. Menurut Mead, masyarakat memiliki hubungan yang dinamis dan saling tergantung dengan mereka. Hubungan antara masyarakat dan diri ini menciptakan gerakan dan simbol yang dipertahankan dalam hubungan sosial. Pikiran, kecerdasan, kesadaran atau “pikiran” adalah kemampuan untuk memainkan peran “orang lain” melalui hubungan ini. Sebagai contoh, kemampuan kita untuk memikirkan apa yang orang lain pikirkan tentang penampilan menentukan penampilan kita. Kemampuan pikiran ini dikembangkan menjadi psikologi sosial yang disebut interaksionisme simbolik.

Ini adalah salah satu gambar dengan pembentukan diri atau pusat interaksi simbolis yang disebut tahap sosialisasi ketika menggambarkan pertumbuhan anak-anak. Menurutnya, pertumbuhan anak meliputi tiga tahap, yaitu tahap permainan (stage game), tahap permainan (stage game) dan tahap mengambil peran orang lain (mengambil peran orang lain), mengikuti teori George yang dijelaskan dalam tokoh sosiologis:

  • Manusia tidak akan secara langsung menanggapi dunia di sekitar mereka, tetapi akan menanggapi makna yang terkait dengan peristiwa atau objek di sekitarnya
  • Kegagalan untuk merumuskan situasi dengan benar dan benar dapat menyebabkan konsekuensi yang tidak menyenangkan.

LESTER FRANK WARD (1841- 1913)

LESTER-FRANK-WARD

Menurutnya, tujuan sosiologi adalah untuk melakukan penelitian tentang kemajuan manusia. Lester Frank Ward sendiri membedakan sosiologi murni yang berfokus pada asal-usul dan perkembangan fenomena sosial dari sosiologi terapan yang berfokus pada perubahan yang terjadi di masyarakat karena upaya manusia. Ward menunjukkan bahwa jika manusia berkembang dari tingkat rendah ke keadaan saat ini, maka teori berikut ini baik:

Berikut adalah beberapa teori yang dikemukakan oleh Lester Frank Ward ketika ia menjadi sosok sosiologis:

  • Ward percaya bahwa masyarakat kuno ditandai oleh kesederhanaan dan kemiskinan moral.
  • Dalam masyarakat modern, ini dapat dicirikan sebagai sesuatu yang lebih kompleks, lebih bahagia, dan mendapatkan kebebasan yang berlebihan.
  • Sosiologi terapan mencakup pemahaman tentang penggunaan pengetahuan ilmiah yang memengaruhi kehidupan orang lebih baik dari sebelumnya.

VILFREDO PARETO (1848- 1923)

VILFREDO-PARETO

Menurut Vilfredo Pareto, sosiologi didasarkan pada pengamatan perilaku, percobaan pada fakta dan rumus matematika. Masyarakat adalah sistem dinamis yang sangat seimbang, dan keseimbangannya tergantung pada perilaku manusia dan karakteristik perilaku. Tindakan-tindakan ini bergantung pada keinginan dan impuls yang ada pada manusia.

  • Pareto dikenal dengan standar efisiensi ekonominya, dan bahkan ia diakui sebagai pendiri sosiologi abad ke-20 bersama dengan Dukeheim dan Weber.
  • Fokus teori Pareto lebih pada akar hukum. Sumber-sumber ini menentang analisis rasionalitas ortodoks dan strukturnya. Logika ini secara logis membuktikan rasionalitas atas dasar non-merek dagang.
  • Pareto, dalam bukunya yang berjudul “Pemikiran dan Masyarakat”, mencoba menggunakan Kastil yang berkuasa atau keberadaan elit untuk membantah klaim Marxis.
  • Pareto menunjukkan bahwa jika elit tidak perlu memegang posisi karena supremasi ekonomi, dan karena sirkulasi elit yang tidak didukung oleh faktor ekonomi, perubahan sosial dan politik akan terjadi. 

SIGMUND FREUD

SIGMUND-FREUD

Sigmund Freud (Sigmund Freud) lahir di Freiberg, Prusia pada 1856 dan sekarang menjadi bagian dari Republik Ceko. Seperti kita ketahui, ia adalah pendiri psikoanalisis, yang merupakan upaya untuk melakukan penelitian psikologis melalui analisis bawah sadar klinis, teoretis, dan metodologis. Meskipun banyak pekerjaan telah dilakukan untuk menganalisis masalah psikologis, Freud juga telah menulis beberapa buku tentang peradaban dan masyarakat. Menurutnya, masyarakat itu seperti paranormal, dengan struktur “internal”. Kelompok sosial pada awalnya dipandang sebagai bentuk cinta, yang mencerminkan rasa hormat kepada para pemimpin. Kemudian, kelompok sosial membentuk hubungan yang saling bertentangan antara kebencian dan cinta. Masyarakat dibentuk oleh hasrat seksual yang kompleks dan diperkuat melalui pengejaran superego, sehingga masyarakat diatur dengan cara yang disebut beradab.

HARRIET MARTINEAU

HARRIET-MARTINEAU

Hariet Martineau lahir di Norwich, Inggris pada 12 Juni 1802. Martino adalah salah satu intelektual wanita pertama yang secara komprehensif mempelajari sosiologi. Martineu juga menerjemahkan karya-karya Auguste Comte yang luar biasa dari bahasa Prancis ke bahasa Inggris, sehingga sosiologi Comte dikenal luas di negara-negara berbahasa Inggris. Fokus sosiologis Martino adalah pada prinsip-prinsip dan nilai-nilai moral sosial yang terkait dengan struktur kelembagaan, hubungan sosial, dan pola perilaku yang muncul dari pengalaman. Martino melakukan studi sosiologis yang komprehensif selama kunjungannya ke Amerika Serikat, di mana ia mempelajari hubungan antara nilai-nilai dan moral masyarakat Amerika dan struktur sistem nasional. Martineau adalah salah satu tokoh perempuan dalam sosiologi klasik perempuan.

W. E. B. DU BOIS

W.-E.-B.-DU-BOIS

W. E. B. Du Bois adalah sosiolog Amerika yang lahir di Massachusetts pada 23 Februari 1868. Kontribusinya yang utama pada sosiologi adalah penelitiannya tentang masalah rasial dan hubungannya dengan ketimpangan sosial. Di bidang sosiologi, Du Bois adalah sosiolog kulit hitam pertama dan orang pertama yang melakukan survei ekstensif masyarakat Amerika berdasarkan warna kulit. Afrika Amerika memiliki kelas sosial yang lebih rendah dan didiskriminasi dalam banyak hal. Du Bois mempelajari faktor rasial ketidaksetaraan dalam masyarakat Amerika. Sejauh ini, masalah sosial terkait hubungan ras masih menjadi masalah serius. Du Bois menganggap masalah warna kulit sebagai masalah utama abad ke-20, tetapi orang masih melihat dengan jelas bahwa ras adalah aspek penting dari kehidupan sosial dalam bentuk ketidaksetaraan. Du Bois menjadi salah satu sosiolog klasik paling penting yang memperkenalkan studi etnis.

ALFRED SCHUTZ

ALFRED-SCHUTZ

Alfred Schutz lahir di Wina pada 13 April 1899. Pengembangan karirnya sebagai seorang intelektual tidak linier. Schutz belajar hukum dan ekonomi dan bekerja di bank sebelum masuk akademia. Kontribusi penting Schutz terhadap sosiologi adalah memahami formula dunia sosial melalui teori yang disebut “relevansi”. Schutz setuju dengan pandangan bahwa dunia sosial dapat dipahami melalui pemahaman perilaku subyektif individu. Namun menurutnya, interpretasi bahwa simbolisme menentukan perilaku sosial tidak pernah memuaskan. Pengembangan teori relevansi adalah untuk menunjukkan bagaimana objek sosial dan alami menghasilkan makna tertentu, sehingga membentuk perbedaan waktu dalam pengalaman subjektif. Makna subyektif ini merupakan cadangan pengetahuan, dan kerangka kerja bagaimana pengalaman sosial dan interaksi masuk akal bagi individu untuk mengambil tindakan.

TALCOTT PARSONS

TALCOTT-PARSONS

Talcott Parsons (Talcott Parsons) lahir di Colorado pada tahun 1902. Gagasan sosiologisnya sangat dipengaruhi oleh Durkheim dan Weber. Kontribusi penting Parsons terhadap sosiologi adalah pengembangan teori perilaku sosial dalam kerangka teori struktur fungsional. Parson percaya bahwa jika kepentingan pribadi ditekan oleh kerangka moral berdasarkan nilai-nilai bersama, masalah sosial dapat diatasi. Menurutnya, individu harus memasuki sistem nilai budaya yang terdiri dari harapan nilai bersama. Oleh karena itu, tindakan individu dapat diatur, dan masyarakat dapat bekerja dalam sistem operasi yang normal. Parson percaya bahwa pentingnya menguraikan teori yang mengintegrasikan perilaku sosial individu ke dalam sistem sosial yang lebih besar. Parson menggambarkan teori tindakan sosial yang telah memasuki sistem sosial sebagai kesukarelaan atau “tindakan sukarela.” Parsons (Parsons) menjadi salah satu tokoh sosiologis klasik terbesar abad ke-20.

ROBERT K. MERTON

ROBERT-K.-MERTON

Robert K. Merton lahir di Philadelphia, AS pada 4 Juli 1910. Karirnya adalah sebagai sosiolog di Universitas Harvard. Merton dikenal sebagai fungsionalis sosiologi klasik, kritikus dan ahli teori struktural. Kontribusinya pada sosiologi adalah menciptakan metode untuk mempelajari penyimpangan sosial sebagai bagian dari fungsi sistem sosial. Terlepas dari pengaruh teori struktur fungsional yang dikembangkan sebelumnya, teori fungsionalis Merton tidak dogmatis. Merton percaya bahwa fungsionalisme adalah praktik menafsirkan data dengan menggambarkan konsekuensi untuk struktur sosial yang lebih luas. Merton memperhatikan tidak hanya semua aspek struktur dan fungsi sosial, tetapi juga berbagai aspek disfungsi, yang juga membuat struktur sosial tetap berjalan.

tokoh sosiologi

Written by xcasa nova5