Perbedaan Asimilasi dan Akulturasi, Beserta Faktornya [Lengkap]

perbedaan asimilasi dan akulturasi – Akulturasi dan asimilasi adalah bentuk interaksi sosial yang secara intrinsik terkait. Budaya baru harus selalu memasuki budaya asli kita sendiri. Karena itu, budaya baru tidak dapat menghindari kita.

Bagaimana cara mengatasi budaya baru yang akan datang tergantung pada bagaimana kita merespons dan berdasarkan pada perspektif kita. Tentu saja, sebagian besar orang masih belum mengenal istilah-istilah di atas.

Meskipun akrab dengan istilah di atas, banyak orang masih tidak bisa membedakan keduanya. Ini karena makna keduanya hampir sama. Bahkan jika Anda dapat membedakannya, jumlahnya masih kecil.

Jadi apa perbedaan antara akulturasi dan asimilasi? Daripada penasaran, simak komentar di bawah ini. Karena artikel ini akan memberikan informasi dan penjelasan tentang apa itu akulturasi, apa itu asimilasi, dan perbedaan di antara keduanya.

PENGERTIAN AKULTURASI

pengertian-akulturasi
by diyahdiyah48.files.wordpress.com

Akulturasi adalah salah satu syarat agar elemen budaya asing diterima dan diintegrasikan ke dalam budaya kita sendiri. Seiring waktu, budaya asing telah masuk dan terintegrasi ke dalam budaya mereka sendiri.

Namun dalam proses Akulturasi, budaya itu sendiri disesuaikan sehingga budaya itu sendiri dilestarikan dan tidak hilang.

PENGERTIAN ASIMILASI

pengertian-asimilasi
by himmaba.com

Asimilasi adalah perubahan dalam budaya asli yang disebabkan oleh masuknya atau dampak dari budaya baru atau asing. Oleh karena itu, asimilasi adalah kombinasi dari dua budaya, yaitu budaya asing dan budaya sendiri. Masyarakat tidak lagi membedakan antara budaya asing dan budaya asli.

Dapat dikatakan bahwa tidak ada jarak antara budaya asing dan budaya lokal, karena mereka sudah terintegrasi. Berdasarkan komentar di atas, dapat disimpulkan bahwa adaptasi dan asimilasi sangat berbeda.

baca juga: pengertian dan arti testimoni

PERBEDAAN ANTARA AKULTURASI DAN ASIMILASI

beda-antara-akulturasi-dan-asimilasi
by ridharadiktya.blogspot.com

Perbedaan antara Akulturasi dan asimilasi terletak pada apakah adaptasi menerima budaya baru dengan tidak menghilangkan budaya sendiri. Asimilasi adalah kombinasi dari dua budaya yang berbeda, atau campuran budaya lama dan baru.

Koentjaraningrat menjelaskan bahwa Akulturasi budaya adalah suatu proses, ketika sekelompok orang dengan budaya tertentu menghadapi elemen budaya asing, elemen budaya asing akan diterima dan diproses menjadi budaya mereka sendiri tanpa menyebabkan hilangnya kepribadian budaya itu sendiri. Kelahiran budaya.

Jika elemen budaya tertentu dari satu masyarakat berhadapan dengan budaya lain, adaptasi budaya akan terjadi, sehingga secara bertahap menyerap elemen budaya asing ke dalam budaya penerima tanpa kehilangan kepribadian budaya penerima.

Misalnya: bangunan candi. Bangunan candi adalah tempat ibadah bagi agama Hindu dan Budha. Fungsi candi di Indonesia berbeda dari yang ada di India. Selain dijadikan sebagai tempat ibadah, kuil-kuil Indonesia juga digunakan sebagai makam raja. Bentuk candi adalah jenis asli bangunan megalitik Indonesia [3], yaitu Punden Berundak.

Adapun asimilasi terjadi di antara orang-orang dari budaya yang berbeda yang hidup berdampingan, anggota kelompok ini dapat hidup secara langsung dan intim untuk waktu yang lama, dan memungkinkan budaya kelompok-kelompok ini untuk mencoba saling mendekati dan kemudian bersatu.

Tergantung pada faktor penghambat dan pendorong, proses asimilasi dapat berjalan dengan lancar atau lambat. Faktor-faktor yang mendorong asimilasi meliputi:

  • Toleransi di antara kelompok pendukung budaya
  • Simpati untuk budaya lain
  • Ekonomi memiliki kemungkinan yang sama

Faktor penghambat termasuk:

  • Sifat takut akan kekuatan budaya lain
  • Kurangnya pemahaman budaya
  • Merasa di luar budaya lain

baca juga: tipe dan pengertian database

Perbedaan antara akulturasi dan asimilasi adalah bahwa akulturasi setiap budaya tidak kehilangan kepribadiannya, sedangkan asimilasi setiap budaya kehilangan kepribadiannya.

1. Kata budaya berasal dari bahasa Sansekerta “buddayah“, yang merupakan bentuk jamak dari kata “buddhi”, yang berarti pikiran atau alasan. Secara etimologis, budaya terkait dengan alasan dan alasan. Selo Soemardjan mengatakan bahwa budaya adalah karya, rasa dan kreasi masyarakat. J.J Hoenigman membagi budaya menjadi pemikiran, aktivitas, dan artefak.

2. Di Indonesia, Anda tahu istilah “local genius” (kearifan lokal). Jika elemen budaya dianggap tepat dan tidak menyebabkan konflik di masyarakat, mereka akan disaring terlebih dahulu dan kemudian bergabung dengan budaya lama, jika mereka tidak cocok, elemen tersebut akan dihapus

3. Zaman megalitikum adalah prediksi pra-sastra berdasarkan objek yang digunakan oleh manusia purba. Zaman megalitikum atau Zaman Batu adalah era di mana alat yang digunakan berukuran besar (mega = besar). Pada saat ini, diperkirakan manusia purba sudah memiliki sistem kepercayaan dalam bentuk animisme dan dinamika. Ini dibuktikan dengan ditemukannya benda-benda yang terkait erat dengan ritual keimanan. Artefak megalitik termasuk Punden Berundak, patung batu, Menhir, Waruga, Dolmen, dan sarkofagi.

4. Toleransi adalah bentuk mediasi yang terjadi tanpa persetujuan formal. Bentuk toleransi adalah kesabaran untuk memungkinkan adanya perbedaan, sehingga perselisihan dapat diselesaikan sendiri.

perbedaan asimilasi dan akulturasi

Categories EDUKASI