5+Metode Diskusi/ Pengertian/ Ciri/ Tujuan/ Langkah/ Jenis [Lengkap]

metode diskusi – “Metode diskusi adalah cara memperkenalkan pelajaran, di mana siswa menghadapi masalah umum dalam bentuk presentasi atau diskusi bersama dan masalah pemecahan masalah,” kata Djamarah. Metode diskusi adalah metode pengajaran yang berkaitan erat dengan pembelajaran memecahkan masalah (memecahkan masalah).

Metode diskusi adalah teknik pembelajaran yang diajarkan oleh guru sekolah. Dalam diskusi ini, proses pengajaran akan dilakukan, di mana interaksi antara dua orang atau lebih yang terkait, pengalaman, pertukaran informasi, dan proses penyelesaian masalah semua dapat aktif, dan tidak ada yang aktif hanya sebagai audiens.

PENGERTIAN METODE DISKUSI

pengertian-metode-diskusi

Diskusi adalah kegiatan sekelompok siswa untuk berbicara dan bertukar informasi serta pendapat tentang topik atau masalah tertentu, dan setiap anak ingin menemukan jawaban / solusi untuk masalah dari semua aspek dan kemungkinan. (Departemen Pendidikan dan Kebudayaan: 1994)

PENGERTIAN METODE DISKUSI MENURUT BEBERAPA AHLI

SYAIFUL BAHRI DJAMARAH DAN ASWAN ZAIN

Metode diskusi adalah metode pengajaran kursus ketika siswa menghadapi masalah.Masalah mungkin pernyataan bermasalah atau masalah yang perlu dibahas dan diselesaikan bersama.

SEMIWAN

Metode diskusi adalah cara menyampaikan tema dengan bertukar ide untuk memecahkan masalah saat ini.

SURYOSUBROTO

Diskusi adalah metode penyajian bahan ajar yang mana guru memberikan siswa atau kelompok sebuah kesempatan untuk melakukan ceramah ilmiah untuk mengumpulkan ide, menarik kesimpulan, atau mengatur solusi alternatif untuk berbagai masalah.

Metode diskusi adalah metode pengajaran di mana guru mengajukan pertanyaan kepada siswa, sehingga siswa memiliki kesempatan untuk menyelesaikan masalah dengan teman sebaya mereka.Selama diskusi, siswa dapat mengekspresikan pendapat mereka, menolak pendapat orang lain, mengajukan proposal, dan membuat saran untuk menyelesaikan masalah dari berbagai aspek.

Baca juga: Pengertian Membaca serta manfaat dan tujuannya.

CIRI-CIRI DAN KARAKTERISTIK METODE DISKUSI

“Metode diskusi adalah metode pengajaran di mana seorang guru mengajukan pertanyaan (pertanyaan) kepada siswa, memberikan siswa kesempatan untuk menyelesaikan masalah dengan teman-teman sebayanya,” kata Soetomo. Dalam kelompok diskusi, siswa sering bertukar informasi tentang masalah yang sedang dibahas, dan sering memiliki pendapat yang berbeda. semakin banyaknya perdebatan, akan semakin hidup diskusi tersebut.

“Diskusi kelompok adalah percakapan yang direncanakan atau disiapkan antara tiga siswa atau lebih dan seorang pemimpin mengenai topik tertentu,” kata Slameto. Dialog itu ditafsirkan sebagai pendapat masing-masing anggota kelompok yang berkontribusi dalam memecahkan masalah lain berdasarkan ide-ide mereka sendiri. Semuanya

Berdasarkan pemahaman ini, metode diskusi dapat dianggap memiliki karakteristik/ ciri- ciri sebagai berikut:

  • Terdiri dari beberapa orang, bisa lebih dari tiga orang.
  • Ada masalah dalam mencari solusi.
  • Beberapa menjadi pemimpin.
  • Memiliki proses bertukar pendapat atau informasi.
  • Hasilkan solusi alternatif untuk masalah yang sedang dibahas.

TUJUAN METODE DISKUSI DALAM BELAJAR-MENGAJAR

tujuan-metode-diskusi
  • Tanamkan dan kembangkan keberanian untuk mengekspresikan pendapat Anda.
  • Mencari kebenaran dengan jujur ​​dengan mempertimbangkan sudut pandang yang mungkin berbeda satu sama lain.
  • Belajar untuk mencapai konsensus melalui negosiasi.
  • Memberikan kehidupan kelas lebih dekat dengan kegiatan kehidupan nyata.

LANGKAH-LANGKAH PENGGUNAAN METODE DISKUSI

Langkah-langkah penggunaan metode diskusi menurut Hasibuan dan Sastrawijaya adalah sebagai berikut:

  1. Guru mengajukan pertanyaan untuk didiskusikan dan memberikan instruksi tentang bagaimana menyelesaikannya sesuai kebutuhan.
  2. Siswa membentuk kelompok diskusi, memilih orang yang bertanggung jawab atas diskusi (ketua, sekretaris, reporter) di bawah bimbingan guru, mengatur kursi, ruang, fasilitas, dll. Adapun
  3. Siswa berdiskusi dalam kelompok mereka sendiri, dan guru pindah dari satu kelompok ke kelompok lain, menjaga ketertiban, dan memberikan dorongan dan bantuan sehingga anggota kelompok dapat berpartisipasi aktif dan membuat diskusi berjalan dengan lancar. Setiap siswa harus tahu persis apa yang akan dibahas dan bagaimana melanjutkannya.
  4. Setiap kelompok harus melaporkan hasil diskusi. Semua siswa, terutama siswa dari kelompok lain, dilaporkan merespons hasil diskusi. Guru mengulas atau menjelaskan laporan.
  5. Akhirnya, siswa mencatat hasil diskusi, dan guru merangkum laporan hasil diskusi masing-masing kelompok.

Pemimpin diskusi sebaiknya berada di tangan siswa berikut:

  • Lebih memahami masalah yang akan dibahas
  • Otoritas “dan dicintai oleh teman – temannya
  • Berbicara dengan lancar
  • Bertindak tegas, tidak memihak dan demokratis

Tugas pimpinan diskusi antara lain :

  • Penyelenggara diskusi dan direktur dalam sebuah diskusi
  • Mengawasi dialog/ transportasi agar diskusi selalu berjalan
  • Perantara dan pengumpul berbagai opini

Baca juga: Macam Macam Pendekatan Pembelajaran

JENIS-JENIS METODE DISKUSI

jenis-metode-diskusi

WHOLE GROUP

Kelasnya adalah sebuah grup diskusi. Jika jumlah anggotanya tidak melebihi 15, Whole group adalah pilihan ideal.

BUZZ GROUP

Sebuah kelompok besar dibagi menjadi beberapa kelompok, masing-masing kelompok terdiri dari 4-5 orang. Tata letak tempat memungkinkan siswa untuk dengan mudah bertukar pikiran dan bertukar ide, dan diskusi dilakukan di tengah-tengah kursus atau di akhir kursus. Klarifikasi materi pelajaran atau jawab pertanyaan.

Hasil pembelajaran yang diharapkan adalah untuk semua individu untuk membandingkan pandangan mereka tentang topik yang mungkin berbeda, interpretasi masing-masing dan informasi yang diperoleh. Sebagai hasilnya, setiap orang dapat meningkatkan pemahaman, persepsi, informasi, dan interpretasi satu sama lain, sehingga menghindari kesalahan.

PANEL

Grup semi-sirkuler yang dipandu oleh moderator, biasanya terdiri dari 3 hingga 6 orang, untuk membahas topik tertentu. Panel ini dapat benar-benar menghadapi audiens, atau dapat menghadapi audiens secara langsung (seperti grup di TV). Adapun Panel Murni, audiens tidak akan berpartisipasi dalam diskusi.

SYNDICATE GROUP

Grup (kelas) dibagi menjadi grup yang terdiri dari 3-6 orang, dan setiap grup melakukan tugas tertentu. Guru menjelaskan garis besar masalah ke kelas: dia menggambarkan semua aspek masalah, dan kemudian memberi masing-masing kelompok (kelompok) untuk mempelajari tugas di satu bidang.

Guru memberikan bahan rujukan atau sumber informasi lainnya.Setiap sindikat mengadakan pertemuan atau bahan bacaan yang terpisah, membahas dan menyiapkan laporan dalam bentuk kesimpulan sindikat, dan menyerahkan setiap laporan ke pleno untuk diskusi lebih lanjut.

BRAIN STORMING GROUP

Kelompok itu datang dengan ide-ide baru tanpa dinilai dahulu, dan masing-masing anggota kelompok menyatakan pendapat mereka. Hasil pembelajaran yang diharapkan adalah bahwa anggota kelompok belajar untuk menghargai pendapat orang lain dan mengembangkan kepercayaan diri ketika membangun apa yang mereka anggap benar.

SIMPOSIUM

Seseorang mendiskusikan berbagai aspek dari topik tertentu dan membacanya dengan singkat (5-20 menit) di depan para panelis, diikuti dengan bantahan dan pertanyaan dari para penanya dan para hadirin sebagai Hasil seminar.

INFORMAL DEBATE

Kelas dibagi menjadi dua kelompok dengan ukuran yang sama dan membahas topik yang sesuai untuk debat, terlepas dari aturan debat normal. Materi yang cocok untuk debat dipertanyakan atau problematic, bukan yang sifatnya aktual.

COLLOQUIUM

Satu atau lebih orang menjawab pertanyaan dari hadirin. Dalam kegiatan belajar mengajar, satu atau lebih siswa mewawancarai sumber daya manusia dan kemudian mengundang satu atau lebih siswa untuk mengajukan pertanyaan lain atau lainnya. Hasil belajar yang diharapkan adalah bahwa siswa akan mendapatkan pengetahuan langsung.

FISH BOWL

Beberapa peserta dimoderatori oleh ketua untuk membuat keputusan. Kursi itu setengah lingkaran dan ada dua atau tiga kursi kosong yang menghadap peserta diskusi. Penonton duduk di sekitar kelompok diskusi seolah-olah mereka melihat seekor ikan dalam mangkuk.

Pendengar yang ingin mengekspresikan ide-ide mereka dapat duduk di kursi kosong selama kelompok diskusi. Jika ketua diskusi diundang untuk berbicara, dia dapat berbicara segera dan meninggalkan kursi setelah berbicara.

KELEBIHAN DAN KEKURANGAN METODE DISKUSI

KELEBIHAN METODE DISKUSI

  • Merangsang kreativitas siswa dalam bentuk ide, ide-ide baru dan terobosan untuk memecahkan masalah.
  • Mengembangkan sikap yang menghargai pendapat orang lain.
  • Membuka mata/ wawasan lebih luas
  • Mengembangkan masalah pemikiran kebiasaan untuk memperkuat keterampilan pemecahan masalah.

KEKURANGAN METODE DISKUSI ADALAH:

  • Bukan untuk kelompok besar.
  • Negosiasi kadang berbeda, sehingga butuh waktu lama.
  • Mungkin dikendalikan oleh seseorang yang suka mengobrol atau hanya ingin menunjukkan diri.

metode diskusi

Categories EDUKASI