in

7+Macam Macam Pendekatan Pembelajaran [Lengkap]

macam macam pendekatan pembelajaran

macam macam pendekatan pembelajaran – Kata “metode” berasal dari metode bahasa Inggris, yang berarti “pendekatan”. Dalam pengajaran, metode didefinisikan sebagai cara untuk memulai beberapa “bagaimana memulai”. Oleh karena itu, memahami metode ini dapat diartikan sebagai cara untuk mulai belajar.

Secara lebih luas, pendekatan ini menyiratkan serangkaian asumsi tentang metode pengajaran. Metode adalah titik awal untuk melihat hal-hal, filsafat, atau kepercayaan yang terkadang sulit dibuktikan. Metode ini adalah aksioma. Aksiomaasi berarti bahwa kebenaran teori yang digunakan tidak lagi menjadi masalah.

PENGERTIAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN

pengertian-pendekatan-pembelajaran
by pendidikanekonomi.com

Pendekatan Pembelajaran dapat diartikan sebagai titik awal atau sudut pandang kami dalam proses pembelajaran, yang mengacu pada sudut pandang bahwa proses itu masih sangat umum, yang mewujudkan, mengilhami, memperkuat, dan berfungsi sebagai dasar metode pembelajaran dalam lingkup teoretis tertentu. Dari perspektif metodologis, ada dua cara untuk belajar, yaitu:

Pendekatan Pembelajaran diarahkan atau berpusat pada siswa (metode yang berpusat pada siswa). Dalam metode jenis ini, guru belajar dengan memberikan kesempatan kepada siswa untuk memainkan peran aktif dalam proses pembelajaran.

Pendekatan yang berorientasi pada pembelajaran yang berpusat pada guru (pendekatan yang berpusat pada guru) di mana guru menjadi subjek utama dari proses pembelajaran.

MACAM-MACAM PENDEKATAN PEMBELAJARAN

macam-macam-pendekatan-pembelajarann
by undiksha.ac.id

PENDEKATAN KONSTEKTUAL

Metode kontekstual atau situasional pembelajaran (CTL) adalah konsep pembelajaran yang membantu guru menghubungkan materi yang diajarkan dengan situasi aktual siswa, dan mendorong siswa untuk memiliki pengetahuan yang mereka miliki dalam kehidupan mereka sebagai anggota keluarga dan masyarakat Membangun tautan antar aplikasi (Departemen Pendidikan AS, 2001).

Dalam hal ini, siswa perlu memahami arti belajar, manfaat belajar, keadaan apa yang mereka hadapi, dan bagaimana mencapai pembelajaran. Dengan ini, siswa akan menyadari bahwa apa yang telah mereka pelajari bermanfaat untuk kehidupan selanjutnya. Jadi ini akan memungkinkan mereka untuk memposisikan diri karena mereka membutuhkan persiapan yang berguna untuk kehidupan selanjutnya, dan siswa akan berusaha memenuhi persyaratan ini

Metode kontekstual adalah cara untuk membantu guru menghubungkan apa yang mereka ajarkan dengan situasi dunia nyata dan mendorong siswa untuk membangun hubungan antara apa yang mereka miliki dan aplikasi dalam kehidupan mereka sebagai anggota keluarga dan dalam masyarakat. Pendekatan kontekstual itu sendiri dilakukan dengan melibatkan komponen pembelajaran yang efektif, yaitu konstruktivisme, mengajukan pertanyaan, menemukan, komunitas pembelajaran, pemodelan, refleksi, evaluasi praktis.

Dalam pengajaran kontekstual, lima bentuk pembelajaran penting dapat terjadi, yaitu:

  • Menghubungkan adalah strategi yang paling kuat dan inti dari konstruktivisme. Guru menggunakan strategi ini ketika mereka mengasosiasikan konsep baru dengan apa yang sudah diketahui siswa. Oleh karena itu, hubungkan pengetahuan siswa yang ada dengan informasi baru.
  • Pengalaman adalah inti dari pembelajaran kontekstual, di mana menghubungkan berarti menghubungkan informasi baru dengan pengalaman atau pengetahuan sebelumnya. Ketika siswa dapat memanipulasi peralatan dan bahan dan melakukan bentuk penelitian aktif, pembelajaran dapat berjalan lebih cepat.
  • Terapkan Siswa menerapkan konsep dalam kegiatan pemecahan masalah. Guru dapat memotivasi siswa dengan melakukan latihan yang realistis dan relevan.
  • Siswa yang bekerja sendiri dalam kolaborasi sering kali tidak membantu. Sebaliknya, siswa yang bekerja dalam kelompok kecil seringkali dapat mengatasi masalah yang rumit dengan sedikit bantuan. Pengalaman kolaboratif tidak hanya membantu siswa mempelajari buku pelajaran, tetapi juga menyelaraskan dengan dunia nyata.
  • Mentransfer. Peran guru memberikan berbagai pengalaman belajar, dengan penekanan pada pemahaman dan bukan ingatan.

PENDEKATAN KONSTRUKTIVISME

Metode konstruktivisme adalah metode pembelajaran yang menekankan kreativitas siswa ketika memandu ide-ide baru yang mungkin dibutuhkan siswa berbasis pengetahuan untuk pengembangan diri mereka.

Pada dasarnya, pendekatan konstruktivisme sangat penting untuk meningkatkan dan mengembangkan pengetahuan yang dimiliki siswa, dalam bentuk keterampilan dasar yang dibutuhkan siswa untuk pengembangan diri di lingkungan sekolah dan masyarakat.

Dalam pendekatan konstruktivis ini, peran guru hanyalah untuk membimbing dan membimbing kegiatan pembelajaran. Oleh karena itu, guru akan memprioritaskan antusiasme siswa dan memberikan siswa kesempatan untuk membuat ide-ide baru berdasarkan materi yang disajikan untuk meningkatkan kemampuan pribadi siswa.

Oleh karena itu, pendekatan konstruktivis adalah belajar menekankan pengalaman langsung dan partisipasi siswa dalam kegiatan belajar.

Secara umum, yang disebut konstruktivisme menekankan kontribusi pelajar dalam memberikan makna dan belajar sesuatu melalui kegiatan pribadi dan sosial. Tidak ada teori belajar tentang konstruktivisme, tetapi ada beberapa pendekatan konstruktivis, seperti yang unik untuk matematika dan pendidikan sains.

Beberapa pemikir konstruktivis seperti Vigotsky menekankan berbagi dan konstruksi sosial (konstruktivisme sosial) dalam pembentukan pengetahuan, sementara Piaget dkk. Memandang konstruksi pribadi sebagai konstruktivisme utama (konstruktivisme individu).

KONSTRUKSTIVISME INDIVIDU

Psikolog konstruktivis yang tertarik pada pengetahuan individu, kepercayaan, konsep-diri atau identitas sering disebut sebagai konstruktivis individual. Penelitian mereka bertujuan untuk mengungkap sisi dalam psikologi manusia dan bagaimana seseorang membentuk struktur dan strategi emosional atau kognitif.

KONSTRUKTIVISME SOCIAL

Berbeda dengan piaget, Vygotsky percaya bahwa pengetahuan dibentuk dalam masyarakat, yaitu, setiap peserta berkontribusi dan menciptakan bersama. Dengan cara ini, pengembangan pengetahuan yang dihasilkan akan berubah dalam konteks budaya yang berbeda. Interaksi sosial, alat budaya dan aktivitasnya memengaruhi perkembangan dan kemampuan pembelajaran individu.

CIRI-CIRI PENDEKATAN KONSTRUKTIVISME

  • Dengan menggunakan pendekatan konstruktivisme, siswa dapat mengembangkan pengetahuan mereka sendiri melalui kegiatan penelitian atau pengamatan langsung.Oleh karena itu, siswa dapat membimbing ide-ide baru berdasarkan pengalaman dengan menemukan fakta yang konsisten dengan penelitian teoritis.
  • Harus ada hubungan antara pengetahuan yang ada dan pengalaman yang ada di antara siswa.
  • Setiap siswa memainkan peran penting dalam menentukan apa yang telah mereka pelajari.
  • Peran seorang guru hanya untuk memberikan bimbingan dengan menyediakan bahan atau konsep yang harus dipelajari dan kesempatan bagi siswa untuk menganalisis berdasarkan materi yang dipelajari.

PENDEKATAN DEDUKTIF

Metode deduktif (metode deduktif) adalah metode menggunakan logika untuk mencapai satu atau lebih kesimpulan (kesimpulan) berdasarkan premis yang diberikan. Dalam sistem deduktif yang kompleks, peneliti dapat menarik banyak kesimpulan. Metode deduktif sering digambarkan sebagai menarik kesimpulan dari hal-hal umum ke hal-hal tertentu.

Metode deduktif adalah proses penalaran, dimulai dari keadaan umum ke situasi tertentu, sebagai metode pengajaran, pertama-tama perkenalkan aturan, prinsip umum, dan kemudian contoh contoh khusus, atau terapkan aturan dan prinsip umum ke situasi khusus.

PENDEKATAN INDUKTIF

Metode induktif pertama menekankan pengamatan dan kemudian menarik kesimpulan berdasarkan pengamatan tersebut. Dari spesifik ke umum, metode ini sering disebut metode inferensi. sehingga dapat dikatakan Induksi adalah proses penalaran dari keadaan khusus ke keadaan umum.

Penomoran Pernyataan APB no 4 adalah contoh studi induktif Pernyataan ini merupakan upaya APB untuk menetapkan teori akuntansi. GAAP yang dijelaskan dalam pernyataan tersebut didasarkan pada pengamatan terhadap praktik yang ada.

PENDEKATAN KONSEP

Pendekatan konseptual adalah cara untuk membimbing siswa untuk memahami konsep-konsep dengan benar untuk menghindari kesalahpahaman (kesalahpahaman). Konsepnya adalah klasifikasi stimulan dengan karakteristik umum tertentu. Konsep ini adalah struktur mental yang berasal dari pengamatan dan pengalaman.

Metode konsep adalah metode pengajaran yang secara langsung mengekspresikan konsep dan tidak memberikan siswa kesempatan untuk menghargai cara memperoleh konsep.

Ciri-ciri pendekatan konsep adalah:

  • Konsep tersebut memiliki gejala tertentu.
  • Dapatkan konsep melalui observasi dan pengalaman langsung.
  • Isi dan luasnya konsep berbeda.
  • Konsep yang diperoleh berguna untuk menjelaskan pengalaman.
  • Konsep nyata membentuk pemahaman.
  • Setiap konsep berbeda dari melihat beberapa fitur.

Kondisi-kondisi yang dipertimbangkan dalam kegiatan belajar mengajar dengan pendekatan konsep adalah:

  • Menunggu persiapan belajar, memikirkan kematangan berdasarkan faktor lingkungan.
  • Perkenalkan konsep dasar dengan ide-ide yang benar dan mudah dipahami.
  • Perkenalkan konsep spesifik dari pengalaman spesifik dan konsep kompleks.
  • Jelaskan perlahan dari konkret ke abstrak.

Langkah-langkah mengajar dengan pendekatan konsep melalui 3 tahap yaitu:

Tahap enaktik

  • Perkenalkan benda-benda tertentu.
  • Terhubung dengan pengalaman lama atau baru.
  • Amati dan jelaskan objek baru

Tahap simbolik

  • Simbol, simbol, kode, seperti angka, huruf. Kode, seperti (? =, /), Dll
  • Bandingkan contoh dan bukan contoh untuk menangkap apakah siswa memahami karakteristik mereka.
  • Beri nama, serta istilah dan definisi.

Tahap ikonik

  • Sebutkan nama, istilah, definisi, apakah siswa dapat mengucapkannya.

PENDEKATAN PROSES

Pendekatan proses adalah metode pengajaran yang memberikan siswa kesempatan untuk menghargai proses menemukan atau menyusun konsep sebagai keterampilan proses.

Pendekatan proses adalah pendekatan berorientasi proses, bukan hasil. Dengan cara ini, siswa akan benar-benar menguasai prosesnya. Metode ini penting untuk melatih kemampuan berpikir atau mengembangkan kemampuan berpikir dan melatih gerakan mental siswa. Dalam pendekatan proses, siswa juga harus mampu menggambarkan atau memodelkan atau bahkan bereksperimen. Penilaian penilaian pembelajaran adalah proses yang mencakup kebenaran tentang metode kerja, akurasi, akurasi, dan keuletan pekerjaan.

PENDEKATAN SAINS,TEKNOLOGI DAN MASYARAKAT

Metode Sains, Teknologi, dan Masyarakat (STS) atau metode Sains, Teknologi, dan Masyarakat (STM) adalah kombinasi dari metode konseptual, keterampilan proses, CBSA, interogasi dan wacana, dan metode lingkungan. (Susilo, 1999).

Istilah Science and Technology Association (STM) dalam bahasa Inggris disebut Science and Technology Association (STS), Asosiasi Sains dan Teknologi dan Lingkungan (STSE). Meskipun ada banyak istilah, mereka bersifat lingkungan dan perlu ditekankan dalam berbagai kegiatan.

Community Technology Science (STM) adalah pendekatan terpadu antara sains, teknologi, dan masalah sosial. Tujuan dari pendekatan STM ini adalah untuk melatih siswa dengan pengetahuan yang cukup sehingga mereka dapat membuat keputusan penting tentang masalah sosial dan mengambil tindakan berdasarkan keputusan yang mereka buat.

Dasar dari metode STM adalah metode konstruktivis, di mana siswa mengatur konsep mereka dalam struktur kognitif berdasarkan apa yang telah mereka kuasai.

macam macam pendekatan pembelajaran

Written by xcasa nova5